Sakit

alternative-text-image-here
Batuk, pilek, bersin-bersin, radng tenggorokan, panas dalam, wah lengkap sudah sakit yang diderita. Badan pun lemas tak semangat beraktivitas, hanya tidur dan istirahat yang bisa dilakukan.
 Air keluar terus menerus dari hidung, tanpa hentinya. Ingus meler, dikeluarkan, meler lagi keluarkan lagi, dan seterusnya, sudah lebih dari 3 hari... Subhanallah nikmat apa yang sedang Ia rencanakan untuk saya. Hehehae nikmat, mantab kali yah.. memang itu adalah sebuah nikmat dan saya sangat berharap akan pengampunan Tuhan yang maha Esa, karena sabda UtusanNya "barang siapa yang menjenguk saudaranya yang sakit, maka ia berjalan menuju rohmat dan ketika ia duduk, ia dikelilingi oleh rohmat" [kemudian ada sahabat yang bertanya;'kemudian apakah keutamaan dari orang yang sakit itu?'] jawabnya"kalau ia sakit lebih dari 3 hari ia diampuni dosa-dosanya" <--syarat dan ketentuan berlaku-->.

Namun sakit tetaplah sakit, yang membuat tidak nyaman dan seperti tersiksa. Berulang kali pergi ke kamar mandi, berulang kali membuang ingus, sampai hidung ini panas. Tersiksa rasanya dengan keadaan ini, namun hati mesti bersabar dan kuat, tentunya usaha juga.

Sudah kubeli obat, tak kunjung sembuh sakit ini, kumencari upaya di internet ini.... kemudian ku tulis kata dalam pencarian itu 'ingus meler', alhamdulillah saya temukan juga, walaupun itu bukan obat hanya cara yang membuat sedikit lebih baik dan membuat nafas lebih plong. Yaitu:
  • Saat hidung benar-benar mampet
  • Siapkan teko dengan isi air hangat [gunakan wadah yang pas dengan lubang hidung]
  • Miringkan kepala, masukkan ujung teko ke lubang hidung sebalah kanan
  • Tuangkan air lewat lubang hidung sebelah kanan, ([jangan lupa "tahan nafas saat menuangkan air agar tidak terlalu sakit])
  • Kemudian sebaliknya
  • Mungkin pertama sakit tapi kalau sudah 2 atau 3 kali mungkin tidak apa-apa. ([ingat pakai air hangat agar tidak terlalu sakit, karena mungkin rasanya seperti minum air dari hidung])
Suhanallah setelah dicoba agak mendingan walau masih banyak ingusnya
Read More...

Asal Usul Nama Banglarangan

alternative-text-image-here
Saya tidak tahu jelas asal muasal Desa Bnglarangan Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang itu. Hanya saja, saat saya masih SD di SD N Banglarangan 1, saya pernah di cerita kan tenatang awal mula nama legendaris 'Desa Banglarangan' oleh guru saya yang dari desa lain, Desa Jatirejo. Namun itu saja ada dua versi;

Versi 1
Asal mula nama banglarangan itu karena dulu ada kubangan yang terlarang untuk di datangi, akhirnya dari sanalah nama Banglarangan itu berasal bang=kubang larangan=terlarang.

Versi 2
Belum ada ide. Yang versi dua tertunda...............
Read More...

Kesejukan Langit

Kesegaran setelah hujan dari langit
Teriknya mentari mentari di tengah hari, kebulan asap knalpot, bangunan yang berjajar, hanya rerumputan tanpa rindangnya pepohonan, sungguh menyiksa, di tambah debu beterbangan. Kerikil yang menghalang, hanya kesabaran hati yang menguatkan.

Pengap yang selalu dirasakan dan ketidak nyamanan selalu datang menghampiri jiwa yang tengah kesal.

kesejukannya saat yang tak nyaman ini. Menghilangkan pengap, menghembuskan panas manjauh, membersihkan udara, menetapkan debu pada Bumi. Terlepas dari siksa teriknya mentari, pengapnya asap, seakan terlepas dari bencana. Hanya tersisa kesejukan dan kenikmatan bernapas, segala puji bagi Tuhan semesta alam.

Kini mentari tak lagi terik, namun indah mempesona, berwarna kuning kemerahan, bulat sempurna kan terbenam di ufuk barat meninggalkan hari yang penuh kepengapan dan kesejukan.

Kini hai kan berganti dengan yang lain berpindah kepada mentari yang muncul dari ufuk timur, menanti kembalinya mentari yang menghangatkan dinginnya malam, sejuknya pagi, menyinari gelapnya hari.

Kan menjadi tanda kekuasaanNya kepada semua makhluqnya, hanya rasa syukur yang selalu dipanjatkan, hanya kata 'alhamdulillah' yang bisa terucapkan, hanya dercak kagum yang meliputi pikiran, hanya keindahan yang memenuhi mata ini.



Read More...

Musim Kota

Hari ini musim hujan, namun begitu parah dengan cuaca yang tak menentu. Musim hujan, namun begitu panas, angin yang begitu kencang, debupun bertebaran. Ditambah lagi daerah perkotaan yang begitu jarang dan sepi dengan pepohonan, karena sudah menjadi perumahan. Setiap uhjan turun hati senang dengan kesejukan yang hadir, debu yang hilang dengan diturunkannya hujan, udara pun bersih dan segar. Namun di balik itu ada kekhawatiran yang cukup besar yaitu akan hadirnya banjir, walau banjir yang tak terlalu besar ataupun banjir bandang, namun banjir itu dapat menyusahkan penghuni rumah.


Hari-hari seperti ini banyak pula yang terkenam sakit. Ada yang batuk, pilek, sakit mata, bahkan sampai tipes. Benar-benar hidup yang penuh coba dan musibah.

Harus tetap sabar dan berusaha agar hidup tetap nikmat dan nyaman, menjaga kesehatan, kebersihan mulai dari badan, pakaian, rumah, tempat tidur, dan lainnya.

Hidup ga cukup pasrah kepada yang takdir yang ada, seperti orang yang berputus asa dari rahmatNya. Namun hidup harus terus dijalani, walau hidup itu tak selamanya, bukankah rahmatNya itu luas, bukankah selama Ia memberi masih memberi hidup, memberi umur, itu artinya ia masih menyimpan rahasia untuk kita. Dan itulah yang dinamakan takdir.

Bila hidup diperkotaan, maka harus ada konsekuensi, berani usaha, berani hina, berani menanggung beban yang cukup besar. Yang tak bisa berpangku tangan begitu saja. Tak seperti di desa udara sejuk, banyak pepohonan yang meneduhi, air yang bersih, hidup seperti berada di bumi surga (walau belunm pernah melihat surga).

Berbanding terbalik dengan hidup di kota yang panas, sepi pepohonan, udara yang kotor, pagi hari sudah di sambut asap knalpot, debu beterbangan, namun di balik itu ada rizeki yang melimpah. Pusat dari kegiatan, pusat dari tiap pertemuan, pusat dari perkumpulan tiap penjuru, lapangan pekerjaan pun tercipta. Kebutuhan hidup, keinginan yang berbeda menjadikan jalan riski yang terbuka lebar, ada yang menjadi pedagang sayuran, ada yang menjadi karyawan, ada yang menjadi kuli bangunan, ada yang menjadi tukang las, ada yang menjadi dokter, dan lain sebagainya.

inilah hidup, penuh cobaan, rintangan, ketidak sukaan, namun di balik itu semua terciota keadaan yang lebih baik, lebih indah, lebih menyenangkan. Apakah yang yang menjadi rahasiaNya untuk kita, chusnuddzon.

Lain ladang, lain ikannya.
Read More...

Tata Cara Salam

Kita seringkali menulis baik sms, e-mail maupun status/chating baik via YM atau FB dengan mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti “Asw” atau “Aslm”. Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” dll.
Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do’a seorang Muslim terhadap saudara Muslim yang lain.
Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita cukup sibuk dan ingin cepat buru-buru menulis pesan. Barangkali, singkatan itu bisa mempercepat pekerjaan atau mengirit tulisan.
Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan doa. Apabila kita dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas dengan sebuah penghormatan pula yang lebih baik, atau minimal, balaslah dengan yang serupa
.
Karena itu, kita saling mengingatkan supaya kita berhati-hati, mengganggati ucapan Assalamu’alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya yang gak jelas artinya.
Singkatan ala Rasulullah
Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum السلام عليكم dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Itulah agama kita.
Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah. Artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti menjadi Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa.
Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)
Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (At Tabrani)
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86. Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.
Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau.
Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].
Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu’alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu’alaikum.
Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan “Assaamu ‘alaika ya Muhammad” (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).
Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari “Assalaamu ‘alaikum”. Maka nabi berkata, “Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu ‘alaikum, maka jawablah dengan wa ‘alaikum (Dan semoga atas kalian pula).” [HR. Bukhari]
Tidak ada maksud untuk menyidir atau menyinggung siapa2, hanya sekedar saling mengingatkan sesama muslim.

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya..(QS. Al-Maidah/5:2)
Semoga Allah paring manfaat dan barokah
Read More...
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description